Cara Mengendalikan Hama Ganjur Pada Tanaman Padi

Hama Ganjur Pada Tanaman Padi
Hama Ganjur Pada Tanaman Padi

Banyak istilah yang digunakan oleh masyarakat untuk menamai hama ganjur antara lain : hama pentil, hama mentil, hama bawang, hama mendong, dengan nama latin Orseolia oryzae (Wood-Mason). Hama ganjur umumnya bukanlah merupakan hama utama padi di Indonesia. Hama ini hanya sedikit merugikan, sangat bersifat lokal, dan hanya terjadi pada musim-musim tertentu. Serangan ganjur dapat terjadi sejak pertanaman masih di pembibitan sampai tanaman mencapai fase primordia. Walaupun tidak begitu merugikan bagi petani padi tapi para petani tidak boleh mengabaikan keberadaan hama tersebut.

1. Masa Bertelur
Pada saat masih berupa telur memiliki bentuk lonjong, berwarna putih bening sampai orange, panjang 0,5 mm dan lebar 0,2 mm. Seekor Ngengat betina mampu bertelur 100 sampai 200 butir, telur diletakkan terpencar dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 3 sampai 4 butir. Sekitar 60 sampai 70% telur terletak pada pelepah daun dan sisanya pada helaian daun.

2. Masa Larva
Larva dari hama ini berwarna orange, panjang sekitar 1,3 mm, larva merayap menuju titik tumbuh melalui celah diantara jaringan titik tumbuh dan larva masuk dengan membentuk rongga, biasanya pada satu tunas dijumpai 1 larva.

3. Masa Pupa
Pupa memiliki warna pucat dan pada saat menjelang imago akan berwarna merah jingga, pada pupa terdapat duri-duri, panjang pupa sekitar 2,5 mm, pra-pupa bergerak menuju ke arah ujung puru dengan menggunakan deretan duri pada tubuhnya.

4. Imago/Ngengat
Serangga dewasa ganjur menyerupai nyamuk kecil, tidak kuat terbang sehingga penyebaran sangat terbatas. Serangga ini aktif pada malam hari dan sangat tertarik cahaya.Berwarna merah cerah/merah kusam, ukuran sebesar nyamuk, siklus hidup 26-35 hari, aktif pada malam hari dan tertarik cahaya lampu.

# Baca juga Bagaimana Cara Mengenali Karung Yang Berkualitas

Ngengat hidup dengan menghisap embun yang terdapat pada permukaan daun.
Nisbah kelamin jantan atau betina adalah 4 banding 1, betina hanya kawin sekali. Serangga ganjur hanya menyerang tanaman pada fase vegetatif, akibat serangan daun menjadi puru (pentil) dan tidak menghasilkan malai. Kami berharap diawal musim hujan ini rekan-rekan Petani untuk waspada adanya serangan hama ganjur atau pentil karena biasanya serangga dewasa muncul pada awal musim hujan, sebelum berkembang biak pada tanaman padi serangga ganjur sudah melalui 1 atau 2 generasi pada rerumputan, satu musim dapat mencapai 3 sampai 4 generasi.

Karung Beras
Karung Beras

Gejala Serangan Hama Pentil/Ganjur
Hama Ganjur ini menimbulkan gejala tunas padi yang tumbuh menjadi bentuk pentil atau daun bawang, dengan panjang bervariasi, 15 sampai 20 cm. Anakan yang terserang ganjur tidak mampu menghasilkan malai. Larva serangga ganjur memakan tanaman padi pada titik tumbuh yang menyebabkan daun tumbuh berbentuk gulungan seperti daun bawang (puru/pentil). Pada titik tumbuh inilah larva makan dan berlindung sehingga titik tumbuh rusak. Timbulnya puru diduga disebabkan oleh senyawa kimia yang dihasilkan oleh larva pada saat memakan titik tumbuh.

Puru mulai tampak 3 sampai 7 hari setelah larva mencapai titik tumbuh, puru yang telah berkembang sempurna berdiameter 1 sampai 2 mm dan panjang 10 sampai 30 mm. Perkembangan optimum terjadi pada kelembaban nisbi 80% suhu antara 25 sampai 30 derajat C, cuaca mendung dan hujan gerimis. Serangan berat terjadi pada musim hujan terutama untuk tanaman yang terlambat tanam, umumnya dijumpai didaerah sawah irigasi maupun tadah hujan.

# Jangan lewatkan Produsen Karung Beras, Karung Laminasi

Cara Pengendalian Hama Ganjur
1. Pengaturan tanam lebih awal sehingga pada saat kelembaban tinggi tanaman sudah masuk fase generatif. Upaya penanaman dini perlu dilakukan secara serentak. Ini merupakan pengendalian yang utama menurut kami Atur jarak tanam supaya tidak terlalu rapat. Menurut kami jarak tanam renggang adalah 25 x 30 cm dengan jumlah bibit 2 sampai 3 bibit.

2. Penyiangan perlu dilakukan untuk menekan perkembangan hama ganjur.

3. Alternatif pengendalian yang lain terhadap hama ganjur menurut kami adalah dengan lampu perangkap. Hama ganjur dewasa tertarik terhadap cahaya, oleh karena itu pasang lampu perangkap untuk menangkap ganjur dewasa.

4. Bila terjadi serangan berat gunakan insektisida sistemik berbahan aktif fipronil atau dimehipo. Bisa juga gunakan insektisida granular yang berbahan aktif karbofuran dengan cara disebarkan.